Ayat Renungan: Yesaya 48:17 - “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh.”
Hari ini kita kembali diberi kesempatan hidup oleh Tuhan—kesempatan untuk berguna dan menjadi berkat bagi orang lain. Namun, untuk dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik dalam hidup ini, kita membutuhkan sumber yang benar. Satu-satunya sumber yang tepat dan tidak pernah gagal adalah Tuhan sendiri.
Firman Tuhan dalam Yesaya 48: 17 menyatakan dengan jelas siapa Tuhan itu bagi kita. Ia adalah Penebus kita, Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengajar kita tentang apa yang memberi faedah dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh. Dari ayat ini, kita belajar dua kebenaran penting. Pertama, Tuhan adalah Pengajar yang ahli. Kehidupan ini sesungguhnya adalah sebuah sekolah, dan Tuhan adalah Guru yang mengajar kita melalui setiap peristiwa yang kita alami—baik suka maupun duka.
Jika kita menengok kembali perjalanan hidup kita, bahkan sejak tahun-tahun awal kehidupan, selalu ada pelajaran berharga yang Tuhan tanamkan. Saya pribadi belajar satu pelajaran penting dari masa kecil saya. Tuhan mengizinkan mama saya meninggal ketika saya berusia lima tahun. Namun dalam waktu yang singkat itu, Tuhan menanamkan pelajaran yang sangat dalam melalui dirinya.
Suatu malam, saya melihat mama saya bertelut dan bersujud dalam doa di tengah malam. Dari tempat tidur saya, saya memperhatikan sikapnya, lalu saya menirukannya—bersujud dan berdoa, meski saya tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Dari momen sederhana itu, Tuhan mengajarkan saya bahwa dalam keadaan paling sulit dan tidak pasti, satu-satunya tempat untuk memperoleh kekuatan, hikmat, ketenangan, dan jalan keluar adalah Tuhan.
Pelajaran itu terus saya hidupi hingga hari ini. Setiap kali saya mencari Tuhan, saya selalu menemukan hikmat, kekuatan, dan ketenangan yang saya butuhkan. Itulah Allah kita—Dia mengajar kita dan memberi faedah bagi hidup kita.
Kebenaran kedua dari firman Tuhan adalah bahwa Ia juga menuntun kita. Kehidupan ini penuh dengan pilihan, dan kita sering kali tidak tahu jalan mana yang benar. Karena itu, kita sangat membutuhkan tuntunan Tuhan. Dalam sebuah keputusan besar antara melayani Tuhan atau bekerja, saya datang kepada Tuhan dan meminta tuntunan-Nya. Melalui firman-Nya, Tuhan mengajar saya untuk berdiam diri, setia, dan mengandalkan Dia sepenuhnya.
Ketika saya mengikuti tuntunan Tuhan, saya tidak pernah menyesal. Dalam pelayanan yang Tuhan tunjukkan, saya dan keluarga mengalami penyertaan dan berkat Tuhan.
Karena itu, di awal tahun ini, mari kita menjadi pribadi yang mau diajar dan dituntun oleh Tuhan, agar kita berjalan dalam kehendak-Nya dan mengalami keberhasilan sejati di dalam Dia.
Tuhan Yesus memberkati.
Momen Refleksi:
1. Pelajaran hidup apa yang Tuhan ajarkan melalui pengalaman masa lalu Anda?
2. Keputusan apa saat ini yang memerlukan tuntunan Tuhan?
3. Sudahkah Tuhan menjadi sumber utama kekuatan dan hikmat dalam hidup Anda?
Hak Cipta ©Maria Kaesmetan, Departemen Spiritual Life CBN Indonesia